Pendidikan1010.blogspot.com - Blog Pendidikan. Porifera merupakan hewan tingkat rendah, yang memiliki ciri-ciri utama yaitu tubuh berpori dan berbentuk polip/piala/tabung.
Struktur dinding tubuh Porifera (diploblastik):
a. Pinakosit,
Pinakosit adalah sel pipih penyusun epidermis.
b. Ostium atau porosit,
Ostium atau porosit adalah celah masuknya air ke dalam spongosol, dan corongnya tersusun atas sel porosit.
c. Mesoglea atau mesenkim,
Mesoglea atau mesenkim adalah cairan gelatin yang terletak di antara epidermis dan endodermis.
d. Spikula,
Spikula adalah bahan penyusun atau rangka Porifera yang dihasilkan oleh skleroblas.
e. Amebosit,
Ameboait adalah yaitu sel yang berfungsi sebagai pengangkut zat makanan dan metabolisme.
f. Arkeosit,
Arkeosi adalah sel calon di sekitar koanosit yang mengatur reproduksi aseksual dan seksual.
g. Koanosit,
Koanosi adalah sel penyusun endodermis yang berfungsi sebagai sel pencerna dan respirasi.
h. Spongosol,
Spongosol adalah ruangan dalam tubuh Porifera yang berisi air.
KLASIFIKASI PORIFERA
Struktur dinding tubuh Porifera (diploblastik):
a. Pinakosit,
Pinakosit adalah sel pipih penyusun epidermis.
b. Ostium atau porosit,
Ostium atau porosit adalah celah masuknya air ke dalam spongosol, dan corongnya tersusun atas sel porosit.
c. Mesoglea atau mesenkim,
Mesoglea atau mesenkim adalah cairan gelatin yang terletak di antara epidermis dan endodermis.
d. Spikula,
Spikula adalah bahan penyusun atau rangka Porifera yang dihasilkan oleh skleroblas.
e. Amebosit,
Ameboait adalah yaitu sel yang berfungsi sebagai pengangkut zat makanan dan metabolisme.
f. Arkeosit,
Arkeosi adalah sel calon di sekitar koanosit yang mengatur reproduksi aseksual dan seksual.
g. Koanosit,
Koanosi adalah sel penyusun endodermis yang berfungsi sebagai sel pencerna dan respirasi.
h. Spongosol,
Spongosol adalah ruangan dalam tubuh Porifera yang berisi air.
KLASIFIKASI PORIFERA
Berdasarkan aliran airnya, Porifera diklasifikasikan menjadi:
1) Ascon, ujung ostium langsung menuju spongosol. Contoh: Leucoselonia sp.
2) Sycon, ujung ostium dihubungkan kepada satu rongga yang menuju spongosol. Contoh: Scypha sp.
3) Leucon/rhagon, ujung ostiumnya dihubungkan kepada dua rongga yang menuju spongosol. Contoh: Spongila sp. biasa dijadikan spons pembersih.
Berdasarkan bahan penyusun spikulanya, Porifera diklasifikasikan menjadi:
1) Calcarea, spikulanya disusun oleh zat kapur (CaCO3). Contoh: Sycon sp., Clathrina sp.
2) Hexactinellida, spikulanya disusun oleh zat kersik. Contoh: Pheronema sp., Euplectella sp.
3) Demospongiae, spikulanya disusun oleh spongin atau campuran zat kapur dan kersik. Contoh: Spongila sp., Euspongia sp
1) Ascon, ujung ostium langsung menuju spongosol. Contoh: Leucoselonia sp.
2) Sycon, ujung ostium dihubungkan kepada satu rongga yang menuju spongosol. Contoh: Scypha sp.
3) Leucon/rhagon, ujung ostiumnya dihubungkan kepada dua rongga yang menuju spongosol. Contoh: Spongila sp. biasa dijadikan spons pembersih.
Berdasarkan bahan penyusun spikulanya, Porifera diklasifikasikan menjadi:
1) Calcarea, spikulanya disusun oleh zat kapur (CaCO3). Contoh: Sycon sp., Clathrina sp.
2) Hexactinellida, spikulanya disusun oleh zat kersik. Contoh: Pheronema sp., Euplectella sp.
3) Demospongiae, spikulanya disusun oleh spongin atau campuran zat kapur dan kersik. Contoh: Spongila sp., Euspongia sp
Comments
Post a Comment